Tampilkan postingan dengan label tragedi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tragedi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Tipe acara TV nasional

Alright guys, pasti lo semua ga ada yang ga pernah nonton tv. Baik channel lokal maupun internasional. Channel regional maupun nasional, semua pasti udah pernah melototin persegi ajaib yang keluar gambar dan suara yang kita sebut televisi. saat ini tercatat ada 9 tv lokal dan 13 tv nasional yang ada di indonesia. Semua bersaing buat ngedapetin rating yang bagus. semua berusaha menarik minat para pecinta tv. Berikut adalah tipe acara TV nasional yang dibuat khusus untuk menarik perhatian dan menaikkan rating :

1. Sinetron yang ga ada endingnya
Tayangan semacam ini dibuat untuk para ibu-ibu yang seharian cape ngurus rumah atau kerja di kantor. awalnya cerita sinetron diangkat dari kisah nyata. tapi lama-lama ceritanya hanya berdasarkan khayalan dari script writer, produser dan sutradaranya aja. Sistem pembuatannya dengan cara kejar tayang atau stripping, Sistem produksinya sesuai dengan rating. semakin tinggi ratingnya maka semakin panjang episodenya dan semakin absurd jalan ceritanya. dan ketika ratingnya turun, sinetron akan disudahi dengan cara yang aneh. Cerita di sinetron juga kebanyakan sangat memberi dampak buruk buat penonton di bawah umur. Anak-anak kecil yang nonton sinetron sama ibunya kebanyakan meniru adegan sinetron yang dia tonton. Role model mereka adalah kebanyakan anak jahat yang durhaka sama orang tuanya dan drama queen. So, jangan heran kalo lo nemuin anak species kayak begitu di sekitar lo. Hampir dipastikan anak itu adalah didikan sinetron.

2. Acara debat yang dikendalikan kusir

Mungkin tujuan awal acara ini adalah supaya masyarakat indonesia mengenali calon pemimpin yang akan maju di pemilu. Tapi lama kelamaan acara model begini jadi keterusan. Kata dosen komunikasi gw, debat terbuka ini ga seharusnya diadakan dengan format demikian. Dimana seorang yang diduga tersangka dari sebuah kasus dipertemukan dengan ahli dan pengamat, dan dihabisi didepan mata publik. Debat terbuka juga ada aturannya. Penyelenggara acara bukannya ga tau, tapi mereka mengesampingkan aturan yang harusnya mereka pegang itu. Dan malahan ada acara debat yang formatnya mirip acara tinju. Dimulai dengan bunyi lonceng dan saat break, lonceng juga dibunyiin. Dan disitu ada presenter yang bertindak sebagai moderator namun terlihat sebagai wasit. http://www.emocutez.com

3. Acara musik dengan mini stage dan disiarkan live
Acara sejenis banyak bermunculan di hampir setiap stasiun TV nasional Ada dahsyat di RCTI, inbox di SCTV, mantap di ANTV, derings di trans, dan banyak lagi acara sejenis yang gue ga hafal. Format yang mereka tawarkan juga sama secara garis besarnya. Presenter yang bisa ngelawak, artis yang diwawancarai sebentar sama presenternya, ada penonton yang bisa joget cuci-jemur, dan kebanyakan dari acara ini adalah soundsystem yang ga memadai sehingga pengisi acara terpaksa lipsync. Oke, ini agak rancu, entah soundsystem yang kurang memadai atau talentnya yang kurang memadai...
Dampak acara kayak begini yang gue rasakan adalah, gue sering ngeliat anak kecil balita dan SD nyanyi lagu tentang cinta. Dan gue berani taruhan, mereka ga tau maksud lagu yang mereka nyanyiin itu.

4. Infotainment
Infotainment di Indonesia emang ga sefrontal paparazzi, tapi dengan banyaknya acara sejenis bikin masing-masing dari infotainment pengen lebih menonjol daripada acara sejenis yang lain sehingga mereka sering bikin satu segmen yang berisikan berita tentang satu orang publik figur dan dipojok layar akan ada tulisan "exclusive silet" "eksklusif insert" atau infotainment lain.
Jujur gue pribadi ga suka sama infotainment karena mereka menjual tayangan yang seharusnya ga ditonton orang. Publik figur juga orang biasa. Mereka juga berhak punya privasi yang seharusnya ga dipertontonkan ke orang banyak.

5. 24 hours news
Banyak orang yang jadi up to date karena acara ini. emang ada bagusnya, mereka berusaha jadi yang terdepan dengan jadi yang se up to date mungkin. Mereka mengklaim diri mereka transparan dan apa adanya. Tapi mereka ga setransparan itu kok. Mereka juga menyiarkan berita dengan ada apanya, bukan apa adanya. persis kaya tulisan gw yang ini.

Sebagai rakyat indonesia, gue juga merasakan dampak tayangan tv nasional. Contoh dampak yang gue rasakan adalah, ketika gue ke warung deket rumah, gue ngeliat sekelompok anak kecil yang lagi joget cuci jemur sambil nyanyi lagu 7icons. sungguh pemandangan mengerikan mengingat mereka masih kecil dan mereka nyanyi lagu tentang playboy...

Selain itu, gue sering liat anak kecil yang tempramen dan bermental tempe. Mereka jadi cengeng seketika kaya karakter utama sinetron yang cuma bisa nangis kalo dijahatin dan mereka jadi tempramen persis kayak karakter antagonis di sinetron.

Kalo lo berpikir anak jaman sekarang dewasa sebelum waktunya dan ga bertindak sesuai umur, maka menurut gue, tontonan mereka adalah salah satu sebabnya. Role model buat anak kecil ga terbatas hanya ayah, ibu, dan guru. Semua orang disekeliling mereka bisa jadi role model buat mereka, termasuk artis idola mereka di TV.

Gue ga bilang acara tv nasional itu jelek kok. Gue hanya bilang acara tv nasional perlu sedikit dibenahi http://www.emocutez.com

sources:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhw8OGekbSHNt1Ps7zDELOCbpostIqxxngQOD1byn9MuzS1pKHSVR8pBvpO2x9FHQyspeeC4MP6XoM9ULb12eb6MpDDePxqPuQzBzxaqiquUZLrsKzD4HafmgAr7m-XiIc8rzbcPR0WkCjb/s1600/2.jpg
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_televisi_di_Indonesia

Senin, 20 September 2010

Band Indonesia dan Groupiesnya

Oke guys buat lo yang suka zapping channel di TV sekitar jam setengah 8-an sampe entah jam berapa pasti nemuin berbagai macam acara TV menyajikan musik-musik yang dibawakan oleh segerombolan orang yang asik genjreng, betot, mukul, mencet, dan nyanyi di atas panggung. Mereka lebih sering disebut band.

Well, seperti yang gue pernah bilang disini bahwa gue sangat amat adore dengan bass dan bassistnya. Gue juga penikmat dan pelaku musik. Tapi, ada satu yang mengganjal kenapa gue kurang tertarik buat mengapresiasi karya anak negeri. Selain karena karyanya yang monoton dan terlalu mengikuti pasar jiah gaya lo feeeeebbbb MySpace, serta didukung dengan skill pemusiknya yang pas-pasan bahkan kurang, gue merasa bahwa groupies atau yang lebih akrab disebut fans yang bergerombol dan meresahkan warga juga menjadi penyebab kenapa band Indonesia kurang gue minati.

Buat gue, groupies mencerminkan band yang mereka idolakan. Kalo groupiesnya norak, maka idolanya pun demikian. Contohnya yang terjadi pada diri gue kira-kira setaun yang lalu.

Jadi begini, waktu itu gue pergi ke Mall di kawasan Jakarta Barat karena perintah dari seorang tetua gue. Waktu itu gue di disuruh buat beli beberapa macem bahan makanan dan keperluan lainnya. Dan rencananya, abis dari sana gue langsung pulang dan masak-masak.
Tapi, rencana gue ga berjalan lancar. Gue terhadang sama segerombolan groupies berbedak tebel dan berkelakuan norak. Ternyata, dia lagi ngejar seorang idolanya yang entah mau ngapain. Semua orang disitu melihat kearahnya dan memanggil namanya dengan histeris, apalagi si groupies ini. Gue penasaran. Di dalem hati gue bertanya-tanya "Apaan sih nih yang lagi diarak-arak?". Gue jalan dengan cuek dan ga peduli sama keberadaan mba-mba itu dan apa yang diarak sama dia sepanjang mall, gue mau nembus gerombolan mereka yang udah kaya gerombolan orang yang mau menghanyutkan sesajen ke laut lepas. Rame banget. Gerombolan mereka pun sulit ditembus. Tapi, dengan sedikit teriakan dan dorongan, gue berhasil menembus mereka dan akhirnya gue tau hal apa yang sedang diarak-arak mereka. Ternyata itu adalah si A dari band B sekali lagi gue tekankan teman-teman, ini bukan pelajaran aljabar ataupun statistika. Untuk menjaga nama baik orang itu, mari kita samarkan menjadi Slamet.

Gue yang kaget dengan apa yang gue liat barusan langsung berpikir "siapa ya orang ini? kok kayanya gue pernah liat." MySpace dan ada seorang mba-mba histeris meneriakkan nama cowo itu "Slameeeeettt, ah Slameeeettttt."
Dan gue pun tersadar, oh iya ini kan si Slamet yang band itu. Beh, ternyata lebih jelek dari yang gue bayangin!

Si Slamet pun berjalan dengan angkuh dan sok gantengnya. Gue yang tersudut oleh keberadaan mba-mba groupies bandnya si Slamet pun memilih minggir buat beli minuman. Udah belanjaan berat, ditambah berada di deket gerombolan mba-mba dengan debu bedak tebel yang ga rata bikin gue dehidrasi stadium 4.

Sewaktu si Slamet lewat depan gue dan anak kecil yang daritadi ikut sama gue, dia masang muka songong dan minta disembah. Kira-kira beginilah hati gue sewaktu si Slamet lewat depan gue MySpace najong, man! Muke lo minta ditabok! MySpace

Mungkin di pikiran si Slamet, gue dan adik kecil yang ada sama gue ini bakalan histeris seperti orang-orang yang ada di belakangnya tadi. Tapi dugaan si Slamet meleset, gue dan adik kecil ini melengos di depan dia. Slamet menatap kita berdua dengan heran. Adik kecil yang ada sama gue ini merasa ga nyaman dan teriak ke si Slamet "Hei! What are you looking at?!" Si Slamet terlihat shock dan pergi dari hadapan gue dan adik kecil ini. Si groupies yang tau hal itu langsung marah-marah ke adik kecil yang ada sama gue ini. Dia marah-marah dan menuntut supaya adik kecil ini minta maaf. Gue murka to the max waktu liat ade kecil ini dimarahin sama mereka. Mereka ga peduli siapapun yang berbuat ga menyenangkan ke idola mereka, sekalipun itu anak umur 9 taun. Bahkan, salah satu dari mereka ada yang mendorong adik kecil ini.

Terus lo diem aja feb liat anak kecil yang sama lo itu digituin??

Ya engga lah! Mba-mba ga waras yang dorong adik kecil ini gue dorong balik, bahkan kalo ga dipisahin sama waitressnya Jco, gue udah nonjok dia kali tuh! Gue ga terima dia begitu sama aak kecil! Siapapun yang dia bela. Emang si idolanya dia ini udah berbuat hal apa sih sama dia sampe-sampe dia berani ngedorong anak kecil yang lemah tak berdaya itu MySpace

Wei! Santai, man!

Ehem! Sorry gue emosi.

Oke gue lanjutin lagi nyampah nulisnya.

Itu adalah satu dari jutaan contoh tentang groupies yang meresahkan kehidupan masyarakat. Dan temen gue juga pernah di hadang naik busway sama sebuah groupies band lain yang mau nonton band idolanya ngamen perform diatas panggung.

Groupies, terekam tak pernah mati. Mereka ga peduli seburuk atau sebagus apapun orang yang mereka idolakan. Mereka ga peduli idola mereka masuk penjara ataupun masuk surga, mereka ga peduli idola mereka peduli apa ga erhadap kehadiaran mereka, mereka ga peduli idola mereka melakukan sesuatu yang baik atau buruk. Yang mereka tau adalah, mereka cinta idola mereka, dan mereka ga peduli idola mereka itu mau membalas cinta mereka apa ga. Dan sepertinya mereka tau bahwa idola mereka ga akan membalas cinta mereka yang begitu besar buat idolanya. Tapi mereka menutup mata, hati dan telinga mereka dan tetap cinta dengan idola mereka. MySpace

Lo tanya lah sama mantan lo yang anak band itu, apa arti groupies buat anak band kaya dia.
Iya emang gue udah pernah nanya sama dia, sepenting apakah groupies buat mereka? Bahkan katanya si
vina pernah liat segerombolan groupies ngejar-ngejar mobil idolanya ditengah hujan yang deres. Pedulikah sang idola yang enak-enakan di mobil dengan para groupiesnya yang ujan-ujanan dan basah kuyup itu?? MySpace Gue rasa enggak. Bahkan untung sekedar bilang makasih pun, si idola ini enggan buka kacanya.

Mantan gue bilang, groupies penting buat kelancaran hidup dia dan bandnya, tapi kalo disuruh ngelayanin fansnya satu-satu, dia juga ogah, Katanya mereka lebay. Ngedenger itu gue ga kaget, karena emang mereka lebay dan kayanya mantan gue a terlalu peduli sama mereka. Entah groupies itu yang bodoh atau mantan gue yang jahat.

Buat para groupies di seluruh belahan Indonesia, ga bermaksud buat menyinggung kalian, tapi itulah gambaran yang gue dapet dari pengalaman gue selama ini. Buat kalian groupies yang ga bersikap aneh dan merasa normal, pertahankan sikap kalian. Idola kalian juga manusia biasa, mereka butuh kenyamanan, dan kebanyakan dari mereka ga nyaman atas sikap pemujaan yang berlebihan, kecuali si Slamet tadi

Sabtu, 18 September 2010

Pembakaran Al-Qur'an dan Penusukan Jemaat HKBP Ciketing

Mungkin sebagian dari lo udah pada tau tentang dua berita yang menggegerkan umat beragama sekalian. Tapi buat yang belom tau, silahkan baca berita yang gue copy dari http://m.inilah.com/berita/2010/09/14/820111/gila-al-quran-jadi-di-bakar-di-amerika

INILAH.COM, Springfield - Pembatalan aksi pembakaran Al Quran di Amerika Serikat cuma omong kosong, buktinya dua pendukung Pendeta Terry Jones tetap melakukan aksi tersebut.

Pelakunya adalah Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, keduanya membakar Al Quran pada Sabtu (11/9) di hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan awak media.

Kedua pendeta itu menyiram dua buah Al Quran dan sebuah teks Islam lainnya dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu.

Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Old si Springfield. Mereka mengatakan aksinya merupakan pesan dari Tuhan.

Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya. "Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," ujarnya sebagaimana dikutip media online Tennessean.com (12/10).

"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Al Qur`an sebelum kemudian membakarnya.

"Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," tambahnya.

Kedua pendeta itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai "demonstrasi damai" dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu. [tennessean.com/mah]

Itulah sedikit cerita tentang tragedi pembakaran Al-Qur'an di Springfield, Amerika.

Sekarang mari kita liat tragedi yang terjadi di Ciketing, Bekasi tentang penusukan jemaat di HKPB Ciketing

TEMPO Interaktif, Jakarta - Gerakan Peduli Pluralisme mengatakan, banyak versi kronologis kejadian penusukan jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ciketing Bekasi yang terjadi pada Ahad (12/9) silam. Hal itu diungkapkan Koordinator Gerakan Peduli Pluralisme (GPP), Damien Dematra usai bertemu Majelis Ulama Indonesia di kantor MUI, Jakarta, Ahad (18/9).

"Yang kami temukan ada sekitar tiga versi kronologis," ujarnya kepada wartawan mengurai sedikit hasil investigasinya.

Damien mengungkapkan, versi pertama adalah terjadi penusukan yang dilakukan sekelompok orang terhadap seorang jemaat HKBP. Versi kedua adalah terjadi pergumulan sebelum terjadi insiden penusukan. Dan, versi ketiga adalah penusukan dilakukan oleh seseorang yang tidak dikenal oleh kedua pihak yang sedang bergumul.

"Namun versi kejadian ini tentunya merupakan ranah kepolisian untuk mendalami," ujarnya.
Damien berharap masyarakat untuk bisa jernih melihat peristiwa ini. Banyak hal yang belum diungkap dalam peristiwa Ciketing. "Akar masalah seharusnya menjadi fokus utama perhatian kita semua," ujarnya.

Menanggapi itu, Ketua MUI Amarullah Ahmad meminta, semua elemen bisa menjaga kerukunan antar umat beragama. Potensi perpecahan memang bisa ada, namun dengan sikap tenggang rasa dan rasa persatuan semuanya diyakini bisa teratasi. "Saling menghormati jadi kunci," ujarnya.

SANDY INDRA PRATAMA
http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/09/18/brk,20100918-278890,id.html

Well, dua masalah ini sangat bisa buat jadi bahan adu domba masyarakat antar umat beragama. Karena agama adalah hal yang sakral, dasar, namun sensitif.
Mereka yang membakar Al-Qur'an di Springfield ataupun yang menusuk jemaat HKBP di Bekasi bukan penganut agama mereka masing-masing dengan baik. Kalo mereka bilang mereka adalah penganut yang baik dan mengerti betul tentang ajaran agama mereka, MEREKA BOHONG!!!!.

Seorang penganut agama yang baik tidak akan membuat agamanya terdengar tercela di mata orang lain dan seorang penganut agama yang baik ga akan membiarkan orang menghina agamanya dan seorang penganut agama yang baik sadar betul bahwa perilaku mereka menggambarkan agama yang mereka anut.

Mereka yang melakukan tindakan bodoh seperti diatas adalah mereka yang mengkhianati Tuhan dan agama mereka. Kenapa? Karena mereka udah mempermalukan agama mereka dan membuat image Tuhan mereka jadi jelek di mata publik. Padahal, bukan ajarannya yang salah, pelaku ajarannya yang salah. Mungkin sewaktu pelajaran agama mereka tertidur lelap atau sbuk online facebook maupun twitter sehingga mereka lupa atau ga denger apa yang disampein gurunya di kelas.

Satu hal yang kita tau bareng-bareng adalah Ga ada satu agamapun yang mengajarkan umatnya untuk berbuat anarkis dan bertindak tidak baik terhadap sesama mahluk tuhan paling sexy. Gue bukan membenarkan semua ajaran agama, tapi gue mengatakan bahwa semua agama mengarahkan orang untuk menjadi orang baik. Semua agama benar di mata penganutnya, itu pasti. Tapi yang ga pasti adalah, apakah penganutnya melaksanakan ajaran agamanya dengan baik??

Seriously guys, pembakaran Al-Qur'an di Springfield dan Penusukan Jemaat HKBP di Ciketing ga mencerminkan agama Kristen dan Islam sama sekali. Mereka cuma orang yang ga mengerti maksud ajaran agamanya tapi sok membela agamanya dengan berani. Udah nekat, salah, dosa lagi. Dapet apa mereka selain dapet kecaman dari orang banyak dan Tuhannya sendiri ??ini yang lebih parah

Gue sebagai pemeluk Islam, gue ga pernah nemuin perintah untuk membunuh atau menghabisi nyawa sesama manusia. Jangankan manusia, bahkan Islam pun melarang umatnya untuk membunuh binatang yang ga merugikan kita. Seharusnya penganut islam yang belajar islam secara benar tau hal itu, harusnya. Dan gue yakin, ga ada satupun ajaran Kristen yang menyuruh umatnya untuk membakar kitab agama lain dan menghina agama tersebut. Semua agama mengajarkan umatnya untuk menjaga satu sama lain dan menciptakan kedamaian di muka bumi ini. Kita semua tau itu.

Menjaga kedamaian bukanlah hal merugikan untuk kalangan manapun. Damai adalah salah satu misi dari agama apapun di dunia ini. Damai itu indah. Damai adalah impian semua orang di dunia. Damai adalah ketenangan hidup. Damai adalah tujuan akhir power ranger ketika menumpas monster-monster keji.

Alright, berhubung omongan gue udah mulai ngaco dan pop mie gue udah mulai dingin, kita lanjutkan lagi lain kali diskusi kita dengan tema lain di tempat yang sama, di notes gue disini. Bye guys!

Keep Peaceful.



Tribute to my lovely God <3

Jumat, 17 September 2010

Lebaran Ga Membuat Saya Lebih Lebaran

Well, hiya guys! lo time no write. Gue mau minta maaf kalo ada tulisa yang ga berkenan ataupun gue pernah bikin salah sama kalian. Maafin ya, lebaran lo ini.

Oke, di libur lebaran kali ini, gue pergi ke Semarang dan sekitarnya dan gue baru pulang kemaren. Beberapa hari belakangan ini gue road show ke sekitaran sana kaya Kudus, Jepara, dan lain-lain. Oke, inilah kisahnya *setel backsound Sun Go Kong* MySpace

Abis sholat ied dan maaf-maafan sama tetangga dan keluarga gue, gue langsung cabut ke Semarang. Waktu gue maaf-maafan sama orang-orang, gue ga nangis sedikitpun. Tapi, waktu gue maaf-maafan sama Rio, gue bercucuran air mata MySpace. Gue minta maaf sama dia karena ga bisa nemenin dia tidur dalam beberapa hari kemarin.

Di jalan, so far so good, mulai macet awalnya. Tapi ada satu kejadian yang bikin gue jantungan. Gue ga tau kronologisnya gimana karena arwah gue mulai terbang dan tidur, tapi tiba-tiba gue kebangun karena satu hal.Dan gue diceritain oleh narasumber terpercaya, yaitu emak gue.

Jadi, waktu di jalan, ga tau di daerah mana, tiba-tiba kaka gue oleng bawa mobilnya. Ternyata di depan dia ada motor yang di senggol bus sampe motor itu jatoh dan tepat d depan mobil gue. Untung kaka gue bisa ngehindarin motor itu. Bus itu langsung ngebut cepet banget kaya dikejar setan.

Bokap gue berinisiatif buat ngejar bus itu. Enggak, dia ga ngejar dengan lari kaya pahlawan di justice league, dia nyuruh kaka gue buat ngikutin bus itu. Akhirnya karena busnya hampir ga kekejar, bokap gue nyuruh kaka gue buat minggir dan gantian. Pas bokap gue yang nyetir, beeehhh saat itu gue dan ade gue punya pikiran sama : ini mobil freed apa truk pasir sih? MySpace. Dan bus itu pun kekejar akibat jiwa supir truk pasir pembalap F1 bokap gue yang keluar saat itu.
Pas mobil gue ada di belakang bus itu, keliatan banget bus itu ketakutan. Bahkan pas ada penumpang yang turun aja diturunin dgn anarkis. Itu bus ga mau berenti walaupun sebentar aja. Alhasil, penumpang itu keliatannya lompat dan untungnya ga jatoh. Gue rasa, penumpang itu adalah alumni sekolah ninja bersama Rantaro, Shinbei, dan Kirimaru dan juga nnja hatori.

Bokap gue pun nambah kecepatannya dan mepet bus itu. Dia buka jendela dan marah-marah sama kernet busnya.

Bokap gue : Wei, lo nabrak orang ya tadi?!

Kernet : *masang muka bego* dimana?

Bokap gue : Tadi di belakang. Mati tuh orang yang lo tabrak. *sambil ngepel tangan ga jelas*

Mungkin ngedenger kata mati, si kernet langsung nyuruh supirnya buat jalan makin kenceng. Di lampu merah, bus itu maju duluan, dan kebetulan di sebelah kiri jalan ada polisi disitu. Bokap gue pun langsung bikin laporan disana.

Bokap gue : *menggebu-gebu kaya orang kebakaran kumis* Pak, bus Luragung yang tadi nabrak orang tuh 10 km kebelakang. Orangnya mati. Cepetan kejar cepetan!!!!

Pak Polisi : Yang E 7736 YA itu?

Bokap gue : Iya yang itu. Cepetan dikejar pak. Orangnya mati tuh!!!

Lalu bokap gue pun langsung jalan lagi karena udah lampu ijo. Pak polisi itu langsung meluncur pake motor. Padahal waktu itu lagi ujan deres banget. Bokap gue pun ngejar bus itu lagi, dan ga lama polisinya dateng dengan basah kuyup dan pake motor. Entah gimana lagi pergumulan antara pak polisi dan supir itu gue ga tau. Yang gue tau adalah, bokap gue boong. Kenapa? Ya itu, 2 orang yang jatoh itu ga mati ataupun pingsan, mungkin mereka keseleo ataupun lebam, tapi ga mati. Bokap gue emang bener-bener 2 L : labil dan lebay.

Sampe di Jepara kira-kira 8 jam kemudian, bokap gue cerita dengan semangat ke ade-adenya, dia ga peduli kalo waktu itu udah jam 2, dia asik aja cerita. gue mah bodo amat, gue tidur aja, soalnya besok mau foto di kebon belakang.

Paginya, abis mandi, gue, kaka gue, dan sepupu gue foto-foto di kebon belakang rumah om gue. Untungnya ga ada nyamuk kebon ataupun gorila (?) disitu, jadi kita foto dengan aman. Ini salah satu fotonya maaf saya narsis MySpace


Ga cuma itu, gue pun masih punya beberapa foto gue di kebon, ada koko dengan kepala danggonya naik bebek jadul, dan foto-foto menakjubkan lainnya.

Jam kerasa lama banget disana. Hari terlalu panjang, matahari terlalu cepet nongolnya, panas terlalu nyengat. ue pun jadi males ngapa-ngapain, tapi gue sok sibuk. Gue anter emak gue ke pasar beli piso, ke makam leluhur gue, dan gue pun akhirnya pergi ke Bandungan di Ungaran.

Bandungan adalah salah satu daerah pegunungan di Jawa Tengah. Dan gue terancam jadi anak gunung. Kenapa? Karena di 3 taun belakangan ini, pas lebaran gue selalu jalan-jalan ke gunung. Taun 2008 gue pergi ke Bromo, taun 2009 gue pergi ke Gunung Merapi di Jogja. Dan sekarang, gue ke Bandungan, entah gunung apa namanya disana. Satu yang gue tau, daerah itu bukan daerah pantai.

Di Bandungan, kita hampir ga tau mau kemana, tapi akhirnya setelah tanya sana-sini, kita memutuskan buat pergi ke salah satu tempat wisata disana. Gue lupa namanya. Yang jelas kata emak gue, tempat itu pernah masuk TV. Sebelom kita berangkat ke tempat wisata itu, kita stay di wisma Gaya selama 2 hari. Namanya jelek sih, tapi tempatnya ga buruk loh, toiletnya bagus ini yang utama, rumahnya nyaman, bersih, dan ada kolam renangnya walaupun kita harus jalan sejauh 100 meter, tapi not bad kok, walaupun kolamnya lebih kecil dari kolam ikan di rumah gue.



Buat mencapai ke tempat wisata itu, gue harus keluar masuk desa, naik turun bukit, dan mendaki lembah. Jauh banget. Signal HP pun timbul tenggelam. dan pas nyampe disana, matahari kerasa deket banget. Emang hari itu panas, dan buat abang gue yang kepalanya kaya kue danggo, itu hell abis.
Hari yang panas itupun terbayar dengan pemandangan yang bagus. Di atas gunung keliatan semuanya bagus. Ijo, berkelok-kelok dan menonjol (?).

Fotonya kurang bagus, tapi kalo lo kesana, lo akan ngeliat hal-hal bagus yang membayar perjalanan lo yang panjang buat nyampe sana.


Di tempat wisata itu ada mainan-mainan outbond gitu. Aha! setelah gue tanya ke spupu gue nama tempat wisata itu adalah Sido Mukti. Disana ada kolam renang yang dibuat dari batu dan keliatan alami, bagus banget. Udah gitu, ada flying fox, wall climbing, marine bridge, dan ada kuda juga. Kudanya lucu-lucu, ada yang albino dan dinamain ama abangnya Rianti. Mungkin nama panjang kudanya adalah Rianti Cartbright. Dan mungkin si abang kuda adalah salah satu fansnya Rianti Cartwright.
Ini adalah fotonya Rianti Cartwright
Bandingkan baik-baik foto Rianti Cartwright dengan Rianti Cartbright

Apakah ada kemiripan diantara 2 Rianti ini?

Dan karena bokap gue ga mau cape, dia bolak-balik naik kuda dari parkiran ke dlm kawasan Sido Mukti dan sebaliknya. Dasar bapak-bapak labil.
Waktu lagi pada ngantri flying fox, di wahana marine bridge kita liat insiden. Jadi, orang yang lagi jalan di jembatan tali itu tiba-tiba ga sadarkan diri di tengah jalan. Alhasil, crew disitu pada turun semua buat nolong orang yang pingsan itu. Dan yang pingsan itu badannya gede, itu makin memperlambat evakuasi karena badan crewnya kecil-kecil.

Abis dari Sido Mukti, gue dan yang lainnya pun pulang ke rumah masing-masing. Kita semua pada homesick. Tapi sepupu gue dan keluarganya tripping lagi Jogja. Gue yang udah homesick dan Riosick (?) lebih milih buat pulang daripada jalan-jalan lagi ke tempat lain.

Di perjalanan, gue menemukan sebuah toilet yang amat sangat bagus di SPBU Comal di kawasan Pantura. Ga cuma toiletnya, mushollanya juga bagus. Oh My God, bersyukur banget ade gue kebelet pipis waktu itu, akhirnya gue menemukan toilet yang bagus dan super bersih juga di pom bensin. Gue ga tau arsitek toiletnya dapet ide darimana. Tapi yang gue tau, toiletnya kelewat pewe dan kelewat nyaman sampe gue hampir tidur didalemnya lebay

Tapi walaupun toilet itu bagus, lebih bagus toilet dirumah gue. Kenapa? karena di toilet itu, gue ga bisa nyetel mp3. Kalo dirumah gue, gue bisa nyetel mp3 kenceng-kenceng di toilet. Toilet sweet toilet MySpace.

Alright guys. Yang masih liburan, selamat liburan. Yang udah beraktivitas, selamat beraktivitas. Dan yang menganggur, selamat menganggur. MySpace

Kamis, 09 September 2010

Ramadhan, Lebaran, dan Terus Begitu

Ramadhan udah mau pergi sore nanti, dan besok adalah lebaran, seperti keputusan sidang isbat MUI kemaren. Well, gue seneng lebaran dateng. Tapi gue ga seneng Ramadhan pergi. Gimana kalo lebarannya ditaro di Ramadhan aja?! *gagasan bodoh*

Setiap Ramadhan pasti ada satu konflik dan tragedi atau lebih di rumah gue. Itu bukan habit,hobby, ataupun ritual. Mungkin ini adalah sebuah kebiasaan yang hampir jadi tradisi. Tapi akhirnya konflik dan tragedi apapun terselesaikan dengan atau dengan tidak baik.

Di ramadhan ini, gue janji buat jadi orang yang lebih baik dari ramadhan taun lalu. Entah kenapa gue merasa belom berhasil. Jadi orang baik sangatlah susah.MySpace Gue masih aja males, gue masih aja terbentur dengan bad habit gue, self control saya kurang bagus nih.

Ramadhan itu kesempatan gue buat memperbaiki diri. Di bulan ini, Allah mengobral membagikan pahalanya secara besar-besaran. Mungkin gue bisa bilang pahalanya dibagikan secara besar-besaran. Dan pada bulan ini, semua orang dapet berkah secara merata. Orang yang dikasih kehidupan yang cukup atau lebih disuruh berbagi dengan orang yang ga bercukupan. Semua dapet, semua senang. MySpace

Insya Allah kalo ketemu sama Ramadhan taun depan pengennya gue pengen jadi orang yang lebih baik lagi, terus dan terus lebih baik. Bukan jadi yang terbaik, karena yang terbaik itu cuma Yang Menciptakan gue. Gue ga tau kenapa selalu kepengennya gede, tapi action gue amat sangat kurang menurut gue

Idul Fitri atau yang lebih akrab disebut lebaran punya arti tersendiri buat gue dan sodara gue selama 3 taun terakhir ini. Kita punya 2 sisi, seneng dan sedih. Seneng karena kita kita bakalan trip ke Semarang buat beberapa hari MySpace dan sedih karena kita harus ninggalin kucing-kucing dirumah. Itu adalah part paling menyayat hati MySpace. Biasanya gue dan kaka gue bakal pergi dari rumah dalam keadaan nangis kaya gitu. Dan gue ga pernah absen buat nelepon ke rumah dan nanyain kabar kucing gue.

Salah satu yang gue rindukan dari Ramadhan adalah saat gue nonton PPT Para Pencari Ta'jil Tuhan. Tontonan yang ada isinya, ga kaya tontonan lainnya yang cuma mentingin rating dan duit yang masuk dari iklan ataupun sms undian hadiah itu. Gue suka sinetron PPT 1,2, dan 3. Tapi yang 4 ini, gue ga suka. Sad ending banget. Gue benci sad ending. Dan akhirnya gue pun tau seperti apa rasanya ngikutin cerita yang sad ending. Untung gue mengurungkan niat bikin naskah gue yang kedua berakhir dengan sedih. Bagaimana rasanya sad ending?? Rasanya itu SIA-SIA. Gue benci sad ending.

Lebaran, Ramadhan, dan terus begitu. ritual Kebiasaan yang ada dirumah gue pun bermacam-macam. Berulang dan berulang, berlalu dan berlalu, datang dan pergi lagi. Gue pun merenung, kalo suatu saat nanti gue ga bertemu lagi sama Ramadhan, Gue pasti akan merindukan ramadhan dan konflik serta tragedi di dalamnya. Goodbye Ramadhan, hope we'll meet next year and welcome Syawal, hope it'll be good for me.

Sabtu, 04 September 2010

Hikayat Sepatu Terbang, Kakek Bawel, dan Busway Rush Hour

Ini bukan dongeng apalagi cerita serem. Gue bakal share sama lo tentang kejadian kurang bagus yang menimpa gue bertubi-tubi selama 2 atau 3 jam kemaren.

Kemaren pagi sampe siang gue ga berhenti-berhentinya ketawa dan ngegosip sama temen-temen gue di trisakti, Icha, Sai, Anggun, sama Ririn. Well, sebenernya yang banyak cerita cuma Sai, Icha, dan gue. Ririn ngomong sedikit dan Anggun ga ngomong sama sekali. Agak susah ya bertemen sama orang pendiem.

Selama di kelas gue ga berhenti ketawa gara-gara becanda sama mereka di tambah lagi seorang temen gue yang namanya Wulan ngelawak tanpa henti. Puas hari itu gue ketawa.

Tapi setelah kelas, ketawa gue berangsur-angsur hilang. Pas keluar kelas. Ujan deres banget sampe gue ga bisa pulang, gue dan temen-temen gue terpaksa nunggu 30 menitan buat nunggu ujannya reda. Setelah ujan reda, gue pun beranjak pulang dan menuju halte busway Grogol. First, antrian ga terlalu parah. So far so good. Gue yang pulang bareng Sai pun naik busway ke arah Harmoni.



Inilah busway yang ga kunjung dateng dan bikin gue mencium segala jenis bau yang ada di dunia. MySpace

Pas turun di Harmoni, gue pun kebingungan karena antrian ke arah Pulo Gadung rame banget dan busnya ga dateng-dateng. Sekitar 1 jam gue nunggu situ. Antrian tambah rame, barisannya udah ga tertib, Bau udah ga karuan, dan waktu udah makin sore sementara gue masih di Harmoni. Kalo gue stay di antrian itu, pasti gue bakalan buka di Busway kaya hari selasa kemaren. Gue pun kebingungan sendiri, sampe akhirnya abang gue sms nanyain mau pulang bareng apa engga. Gue langsung jawab iya aja dan langsung keluar dari antrian pulo Gadung dan ngantri di Kalideres.

Di busway Kalideres, rame banget. Ada kakek-kakek berdiri di samping gue dan terus ngeluh sambil marah-marah. Pertama, tiba-tiba dia agak tereak sampe semua orang di busway nengok. Dia bilang "Neng, kalo ga mau kesenggol-senggol mah jangan naik busway. Naik taksi aja sono. Atau kalo perlu naik pesawat."
Orang-orang di dalem busway itu kayanya punya pemikiran yang sama kaya gue. Kita semua bingung dia ngomong sama siapa. Sama gue? kayanya engga deh. Daritadi dia ga nyenggol gue soalnya. Ya udah ga ngegubris itu kakek ngomong apa. Ga berapa lama, dia ngomong dengan suara kenceng. "Itu polisi giliran macet begini kabur. Giliran nilang aja gesit." Gue dan seluruh penumpang di busway lagi-lagi ngelirik ke arah dia. Tapi dia tetep cuek. Gue jadi bingung, itu daritadi dia ngomong ama siapa, soalnya daritadi ga ada yang nyautin kata-kata dia.

Sementara itu kakek masih berceloteh ga jelas, abang gue terus-terusan sms gue nanyain gue dimana. Gue bilang aja gue masih di halte, soalnya kalo gue bilang gue di bus, pasti dia ninggalin gue tanpa peduli penderitaan gue di dalem bus yang udah kaya gelas es cendol itu.

Sewaktu sampe halte Grogol lagi, gue pun langsung lari menuju abang gue yang mukanya udah demek ga terkira. Pas gue lagi lari, eh tiba-tiba sepatu yang gue pake saat itu dan baru gue pake selama 2 hari terbang ke kubangan air di pinggir jalan. Awalnya gue pikir, itu sepatu cuma copot dari kaki gue, eh pas gue cek, itu sepatu jebol. Jaitannya lepas. Maka, makin bingunglah gue. Sepanjang jalan gue dimarahin sama abang gue. Awalnya, gue merasa seperti Cinderella bagi yang mau muntah, dipersilahkan. yang dikejar-kejar waktu karena si Sapi Kudanya mau pergi ninggalin gue, pas sepatu gue terbang dan mendarat di kubangan air dengan sempurna, gue makin merasa kaya cinderella tanpa pangeran ganteng yang ngambil sepatu gue. Dan sewaktu gue jalan dengan sepatu itu dan kaki yang diseret, gue merasa seperti Cinderella kena stroke. akhirnya, gue nenteng sepatu gue dan naik motornya si Kuda Sepanjang jalan, gue mencoba pake sepatu itu dan abang gue selalu nyuruh gue ngejepit sepatu itu pake kaki gue, tapi masalahnya, sepatu itu ga bisa dijepit karena itu bukan sendal Swallow.

Sepanjang jalan, gue cuma pake sepatu sebelah sambil nenteng sepatu Cinderella yang copot itu, jaket dan tas gue. Kaki gue yang ga pake sepatu udah nyeri dan hampir kram. Dan untungnya ga ada yang ngeledekin gue di jalan. Kalo sampe ada, dia bakalan dapet 3 tanda cinta dari gue, Tanda sepatu di jidatnya, tanda buku Statistika yang tebelnya 2 kali kamus oxford lengkap di salah satu spot di mukanya, dan tattoo berbentuk tangan gue di pipinya.

Gue ngerasa journey pulang gue 3x lebih panjang dan lebih melelahkan dari biasanya, sampe dirumah, ngeliat gue yang ga pake jacket pas naik motor, abang gue marah-marah lagi. Sebelom buka puasa pun gue udah kenyang nelen omelan dari abang gue.


Sebelom buka, gue pun menceritakan deretan kejadian ga menyenangkan hari itu yang gue alamin ke nyokap gue. Eh dia malah ketawa-ketawa ngedengernya. Parah deh emak-emak suka menganggap lucu tragedi yang dialamin anaknya.

Tapi gue pernah denger quote yang entah dikeluarkan oleh siapa. Katanya "Tragedy being funny when you remember of it. You will laugh at yourself and thinking how stupid you are." Mungkin tragedi itu ga lucu buat gue sekarang ini. Tapi entahlah di masa datang, mungkin gue akan merasa bodoh dan menganggap hal itu tetep ga lucu dan masih jadi sebuah tragedi yang malas gue tertawakan. Tapi buat lo yang abis baca ini mau ketawa silahkan. Toh ketawa adalah hak asasi, jadi tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.